ilustrasi-nft-1_169

Associate Professor SEB Telkom University, Andry Alamsyah, menjelaskan bagaimana satu NFT foto selfie milik Ghozali bisa bernilai belasan juta rupiah.
Menurut Andry, non-fungible token (NFT) milik Ghozali bisa bernilai belasan juta karena produk tersebut merupakan karya seni.

Sebagaimana karya seni, foto selfie milik Ghozali yang terkumpul dalam koleksi berjudul ‘Ghozali Everyday’ bergerak di pasar seperti sebuah karya seni, maka tidak mengherankan jika selfie tersebut memiliki cukup meledak.

“Betul [bergerak di pasar seperti sebuah seni]. Karena seni. Ya jangan heran,” kata Andry kepada CNNindonesia.com melalui pesan teks, Kamis (13/1).

Sebuah karya seni bisa terjual dengan Harga yang mahal karena diburu para kolektor. Lonjakan Harga ini terjadi karena ada beberapa faktor unik yang ada di pasar tersebut.

Olav Velthuis, seorang profesor di Universitas Amsterdam yang mempelajari sosiologi dalam seni menjelaskan tentang bagaimana pasar seni bekerja.

Konsumen di pasar seni melihat sinyal-sinyal kualitas yang menunjukkan nilai sebuah karya, lalu memicu ketertarikan mereka pada karya tersebut.

“Jadi yang dilakukan orang adalah melihat sinyal kualitas. Sinyal-sinyal itu misalnya apa yang dikatakan seorang kurator berpengaruh tentang seorang seniman; jika [seniman] mengadakan pameran di museum; jika kolektor berpengaruh membeli karyanya,” kata Velthuis.

“Karena semua orang, setidaknya sampai batas tertentu, melihat sinyal yang sama, pada satu titik mereka mulai menyepakati siapa artis yang paling diinginkan,” Velthuis.

Penjelasan tersebut mengkonfirmasi bagaimana Ghozali Everyday mendapatkan harga belasan juta.

“Selera pasar itu unik. Motivasi beli bukan eksklusif dari diri sendiri. Kebanyakan dari lingkungan, ekosistem, dan hype,” ujar Andry.

Ghozali Everyday merupakan koleksi foto selfie dari Ghozali (22). Foto-foto tersebut dipotret setiap hari sejak 2017 hingga 2021.

Awalnya Ghozali menjual satu foto selfie seharga 0,001 ETH atau sekitar Rp45 ribu. Namun kini satu foto selfie Ghozali paling murah dihargai 0,3 ETH atau sekitar Rp14,2 juta.