Beberapa tahun lalu, ada masa di mana game Flash merupakan salah satu sumber hiburan kita di komputer dan juga internet. Ada banyak game yang menurut saya cukup seru dan menarik dimainkan bahkan hari ini. Sayangnya Adobe mengumumkan untuk tidak lagi mendukung Flash, yang berarti game yang mungkin kamu suka dan punya kenangan tersendiri jadi hilang dari ruang publik.

Dari banyak game Flash, ada satu yang menurut saya cukup legendaris. Tapi alasannya bukan sepenuhnya karena kualitas game tersebut, tapi kontras antara tema game-nya dengan kesulitannya yang tidak masuk akal.

Game yang saya maksud adalah Winnie The Pooh’s Home Run Derby.

Game Anak yang Benci Anak

Buat kamu yang tidak tahu, Winnie The Pooh adalah sebuah kartun dari Disney yang menceritakan kehidupan sehari-hari seekor beruang madu bernama Pooh. Ia tinggal di hutan yang indah bersama makhluk hutan lain mulai dari babi mungil Piglett, harimau lompat Tigger, kanguru dan anaknya Kanga & Roo, dan masih banyak lagi. Semua karakter ini bisa bicara, mereka tinggal di rumah pohon, dan di setiap episode kita akan menyaksikan interaksi antara para karakter ini. Secara keseluruhan, kartun ini terlihat rileks dan menggemaskan.

Rilis tahun 2008, Winnie The Pooh’s Home Run Derby sendiri adalah game yang sederhana. Kamu akan mengendalikan Pooh dan menantang delapan tetangganya. Tugasmu adalah memukul Home Run dalam jumlah yang ditentukan. Jika gagal, kamu bisa mencoba lagi. Selain itu setiap level kamu akan mendapatkan poin yang bisa kamu gunakan untuk upgrade yang akan membuat pukulanmu lebih baik lagi.

Setiap tetangga yang kamu hadapi memiliki lemparan yang unik, dan di sinilah kamu akan perlahan bertanya kenapa game ini diciptakan. “Lawan” pertamamu akan melakukan lemparan yang sangat biasa dan Home Run yang harus kamu buat masih sedikit. Tapi dua atau tiga level kemudian lemparan yang kamu hadapi mulai tidak masuk akal dan jumlah Home Run yang harus kamu buat juga mulai terasa mustahil.

Kamu akan stuck di satu atau dua karakter hingga beberapa jam, dan kamu akan mulai mempertanyakan banyak hal. Mengapa game ini dibuat? Kenapa kamu masih bermain game ini? Apakah game ini memang untuk anak-anak?

Jika cukup sabar dan jago, kamu mungkin bisa melewati tujuh level di game ini. Tapi level terakhir, Christopher Robin, memberikan tantangan baru. Ia bisa melakukan semua jenis lemparan dari semua karakter yang sudah kamu hadapi sebelumnya secara acak. Selain itu bola yang ia lempar juga lebih cepat. Jika kamu sudah kesulitan dengan satu jenis lemparan, kali ini kamu harus mengantisipasi tujuh.

Winnie The Pooh’s Home Run Derby sebenarnya adalah game yang sederhana dan mungkin mudah dilupakan. Terbukti mengingat game ini baru “terkenal” di tahun 2013 ketika banyak kreator di YouTube yang mencobanya. Tapi tingkat kesulitannya tidak masuk akal membuat banyak orang penasaran dan bertanya apakah game ini benar ditujukan untuk anak-anak. Saking sulitnya, banyak yang menganggap bahwa inilah game tersulit di dunia.

Tentu saja, Winnie The Pooh’s Home Run Derby jauh dari yang namanya “game tersulit.” Selama cukup sabar kamu harusnya bisa menyelesaikan game ini. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa game ini memberikan tantangan yang jauh lebih sulit dari semestinya.

Layaknya berbagai hal di internet, meskipun Flash tidak lagi ada, kamu masih punya cara untuk bisa mencoba bermain Winnie The Pooh’s Home Run Derby hari ini. Tapi perlu diingatkan bahwa saya yakin bahwa salah satu alasan Adobe tidak melanjutkan Flash adalah karena mereka tidak bisa membendung kekuatan Christopher Robin dengan cara biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *